Dasar2 Kapitalisme V

Maka, keserakahan yang baik/buruk adalah bagaimana caranya. Tamak dengan jalan mencuri, menipu, merampok, menyuap, korupsi, dll, adalah bad greed. Jika dilakuken dengan kerja keras, jujur, putar otak, dst, itu good greed. Demikianpun halnya dengan riba, jika dampaknya positip itu good debt, jika negatip itu jahat. KPR adalah salah satu good debt. Jangan tatut untuk debt sepanjang bisa mengelola dengan baik. Secara umum, bisalah kita adopsi filsafat pragmatisme. Sesuatu itu (greed and debt) baik atau buruk tergantung dampaknya. Jika memang positip, why not. Janganlah membabi buta mengikuti tahayul tanpa berfikir. Jika begitu maka greed is good dan debt is good, too.

Kita lanjutken :

Dalam masyarakat kapitalis selalu ada pasar modal bagi E+I dan pasar uang bagi K. Keitika E memutuhken I, ia bisa membentuk PT atau perseroan terbatas dengan I terbatas. Jika skala besar PT sudah tidak mencukupi maka E ke pasar modal membentuk perusahaan Tbk (terbuka). Disitu diperdagangken saham2. Harga saham bukanlah harga perusahaan tsb tetapi merupakan harga ekspektasi dari unjuk kerja perusahaan dimasa depan. Misalnya harga saham suatu hotel akan jatuh begitu diketahui depan hotel menjadi markas FPI. Karena orang memperkiraken tamu2 akan menurun, tatut FPI. Jika suatu perusahaan memenangken suatu tender besar, belum lagi letter of intent ditandatangani harga saham tsb sudah naik.

Kadang2 harga saham tak ada sangkut pautnya dengan nilai perusahaan dan unjuk kerjanya. Misalnya ketika modal berlimpah banyak I memburu saham2 dan akibatnya harga saham naik karena diburu. Pada saat lain ketika N memperketat uang misalnya, banyak yang terpaksa melego saham2nya. Akibatnya harga saham2 menurun karena banyak yang obral kefefet butuh uang. Bisa jadi suatu sektor, migas misalnya, boom dan saham2 disektor lain dijuwal sehingga turun sementara saham2 migas naik.

Kadang2 harga saham menjadi tak rasional karena berbagai tahayul yang beredar. Bisa melambung jauh tinggi dari harga wajar, bisa jadi sebaliknya. Kurang lebih seperti saat orang2 nubruk dollah sehingga harga dollah menjadi 12000. Saat ini banyak yang menilai bahwa harga saham irasional. Maka juwal beli saat2 ini adalah juwal beli tahayul :-)

Bersamaan dengan pasar modal ada pasar uang yaitu tempat pertukaran utang piutang. Negara atau institusi bisa menerbitken surat utang. Misalnya BI mengeluarken SUN (surat utang negara) dengan nilai nominal 1000 dan riba 10%. Maka surat utang tsb dijuwal dengan harga 900 dan setahun lagi yang beli, misalnya Lehman, akan menagih BI sebesar 1000. Karena kefefet butuh duit Lehman bisa menjuwal sun tadi kepihak lain seharga 950. Misalnya 3-4 bulan sebelum jatuh tempo. Tidak seperti pasar saham yang bener2 ‘pasar’ yaitu ada tempatnya, pasar uang tidak ada. Juwal beli dilakuken oleh masing2 pihak.

Kalo pasar (k)utang bisa saja dikampung seperti ini

Image

Bisa diemperan toko

Image

Ada pula yang memajang utang anti kemplang

Image

Saham, pasar modal, pasar uang adalah untuk tingkat intermediate sehingga kita cukupi disini dolo agar bisa fokus ke struktur fundamental kapitalisme.

Mangsih banyak yang harus kita ketahui dalam dasar2 kapitalisme. Misalnya
- monopoli
- dilema free fight
- privatisasi
- konsumerisme
- kesenjangan
- perusakaan lingkungan
- dilema sosialisme dalam kapitalisme.
- piramida kapitalisme

Posisi N sebagai sang irigator adalah dilematis. Riba terlalu rendah salah, terlalu tinggi juga salah. Uang beredar berlebih salah, kurangpun salah. Pajak rendah salah terlalu tinggi juga salah. Maka N harus piawai meracik proporsi. Jika salah dampak terberat selalunya sawah2 bagian bawah. Selalu. Maka posisi gubernur BI dan mentri keuangan menjadi kapling propesional. Politisi dan orang2 partai dilarang masuk dan jangan terlalu banyak intervensi.

Topik kapitalisme bukanlah topik yang menarik dan akibatnya orang tak benar2 paham kapitalisme itu apa. Orang lebih demen nongton yang saru2. Maka kapitalisme menjadi benda asing yang tak begitu dikenal.

Bersambung ke Dasar2 Kapitalisme VI
 

Friends

Inspirasi dan Motivasi Copyright © 2009 BeepTheGeek is Designed by Gaganpreet Singh