Dasar2 Kapitalisme III

Dasar2 kapitalisme III

Salah satu ciri khas dalam kapitalisme adalah UTANG, baik untuk investasi bagi E+I atau konsumerisme bagi semua orang. Berikut adalah ilustrasi

E (dan I) membeli sebuah rumah seharga 1000 dengan ngutang B(ank) (wakil K) 800 dalam 3 bulan. B kemudian memeriksa apakah layak diutangi. Ternyata layak karena pasaran rumah itu 1100-1200. Maka B ngutangi dengan sertipikat sebagai jaminan. Bagi K yang namanya trust adalah JAMINAN. No trust (=jaminan) no business.

E kemudian suskes menjuwal dan laba lantas membayar utang. E kemudian beli lagi dan utang lagi. Demikian terus menerus utaang diperpanjang terus menerus selama bisnis lancar2 saja. Maka munculah interdependensi E+I dengan K (via B) dan menjadi kemitraan abadi E+I+K. Dalam kerajaan kapitalisme E+I wajib utang dan utang banyak is good. Debt is good mengiringi greed is good. Tuhan dalam kata2 in god we trust telah diganti menjadi in GREED we trust.

Image

Demikianpun in DEBT we trust

Image

Greed is good menghasilken investasi terus menerus yang menyebabken ukuran2 perusahaan membengkak jadi besar sekali. Demikianpun utang yang mengalir ikut2an membengkak. USA sebagai biang kapitalisme utangnya naudzubilah.

Image

Maka dalam kerajaan kapitalisme ada dua kaset rusak sahut menyaut
  1. Investasi, investasi, investasi, investasi, investasi, investasi, investasi, investasi, ...
  2. Utang, utang, utang, utang, utang, utang, utang, utang, utang, utang, utang, utang,

Tradisi utang tidak hanya pada E+I. Dalam keserakahannya E+I berupaya untuk membujuk masyarakat luas membeli produk2/jasa2 mereka. Kapitalis jadul adalah memeras buruh. Kapitalis jaman sekarang membayar buruh2nya dengan baik tetapi memoroti penghasilannya dengan KONSUMERISME. Orang2 dibujuk beli beli yang ndak bener2 dibutuhken. Maka kaset ketigapun berbunyi : beli, beli, beli, beli, beli, beli, beli, beli,

K si tukang kredit bersekongkol dengan E+I menawarken kartu kredit

Image

Berikut uraian bagi yang sama sekali buta tentang bailout atau semacem BLBI. Suatu hari harga perumahan jatuh. E hanya bisa menjuwal rumah seharga 300. Akibatnya modalnya amblaz dan harus ngemplang 800-500. Jika hanya beberapa yang ngemplang tidak jadi mangsalah. Ketika banyak E terpaksa ngemplang maka B akan kehabisan dana. Jika dana habis K tidak bisa mengambil dananya. Akibatnya K akan panik. K yang nitipken duitnya disektor2 lain ikut2an tatut dan mau menarik dananya. Trust, pondasi kapitalisme, akan tumbang. Dalam kapitalisme ada semacem perjanjian bahwa K tidak boleh rugi / dikemplang.

Secara metaphor posisi K dalam subak adalah dipaling atas. Kalo mereka panik dan menutup air maka lapis dibawahnya yaitu E+I akan mengering. Kalo mengering, maka lapisan2 dibawahnya akan dilanda kekeringan. Untuk itu N sang juru irigasi sekaligus pemilik saham2 E+I harus bertindak agar jangan sampai K menutup airnya.

Caranya adalah memberi utangan kepada E sebesar 800. Oleh E uang dikembaliken ke B dan B bisa membayar K. Maka utang E beralih dari ke B menjadi ke N. Dalam beberapa bulan kedepan E harus menjuwal rumah itu, kalo bisa mendekati harga 800. Agar bisa menjuwal N juga ngutangi dana2 operasional. Itulah yang disebut ‘bantuan likuiditas’ atau bail out. Jika E hanya bisa menjuwal 500, maka N yang menanggung rugi.

Jika E+I keadaannya sudah parah maka bantuan likuiditas itu diberiken langsung ke bank2. Agar mereka bisa membayar kepada K. B berikut bangkai2 harta E+I seterusnya menjadi milik N. Dalam kasus RI, bank2 dengan bangkainya masuk ke BPPN.

Itu tidak cukup, N memberiken jaminan kepada K agar mereka ndak panik. Itu yang dibutuhken K, trust = jaminan. No trust no business.

Kesimpulan untuk sesi ini

Investasi sebanyaknya, utang sebanyaknya dan belanja sebanyaknya

Besrambung ke Dasar2 Kapitalisme IV
 

Friends

Inspirasi dan Motivasi Copyright © 2009 BeepTheGeek is Designed by Gaganpreet Singh